Berita Islam – Berita Utama – Korupsi Gereja pada Abad Pertengahan

<img title="Berita Islam – Berita Utama – Korupsi Gereja pada Abad Pertengahan ” src=”https://beritajejaringsosial.files.wordpress.com/2012/07/islam_news_-_headline_news_-_corruption_of_the_church_in_the_middle_ages_.jpeg&#8221; alt=”Berita Islam – Berita Utama – Korupsi Gereja pada Abad Pertengahan ” width=”250″ height=”200″>

Berita Islam - Berita Utama - Korupsi Gereja pada Abad Pertengahan

Menjelang akhir Abad Pertengahan korupsi dalam Gereja Katolik adalah sebuah dilema serius. Anggota ulama yang seharusnya berpendidikan tapi banyak imam buta huruf dan nyaris tidak tahu bagaimana melakukan ibadah umum. Juga imam dan biarawati meskipun mengambil sumpah kesucian terlibat dalam hubungan seksual. Bahkan para paus VIII bersalah dan Alexander VI ayah dan mengangkat anak-anak. Banyak abbas dan uskup dieksploitasi posisi mereka untuk menjalani kehidupan mewah dan rekreasi. Mereka mirip pangeran sebelum pelayan yang rendah hati tuhan. Para kardinal Roma tinggal di istana megah dan memakai perhiasan bertatahkan jubah emas.

Gereja datang dengan metode korup beberapa untuk membayar gaya hidup mewah. Gereja mengatakan kepada rakyatnya bahwa ziarah ke situs-situs peninggalan dan tempat-tempat suci adalah cara yang cocok untuk bertobat dari dosa mereka. Selama tahun-tahun terakhir Abad Pertengahan beberapa ulama mengambil keuntungan dari tradisi ini dan dibebankan orang untuk melihat relik suci. Frederick I pangeran di utara Jerman memiliki kompilasi lebih dari tujuh belas ribu peninggalan yang konon termasuk sepotong Musa semak yang terbakar tiga puluh tiga fragmen dari salib Yesus dan beberapa sedotan dari Yesus palungan. Uang dari ziarah ke relik ini dibayar untuk membangun katedral istana dan sebuah universitas di kerajaan Frederick. Simoni yang merupakan praktek menjual barang-barang gereja kepada penawar tertinggi terlepas dari latar belakang agama pembeli atau ajaran adalah praktik lain yang menghasilkan uang bagi Gereja.

Yang paling menguntungkan dan kontroversial dari praktek korupsi digunakan untuk mengumpulkan uang bagi Gereja adalah penjualan indulgensi. Pada awalnya indulgensi hanyalah sertifikat diberikan oleh paus untuk orang yang dosa-dosanya telah diampuni. Sertifikat ini dimaksudkan untuk membatalkan beberapa atau semua hukuman seseorang akan menderita setelah kematian untuk dosa-dosa mereka. Meskipun tidak pernah secara resmi dinyatakan oleh gereja banyak anggota ulama mengajarkan bahwa keselamatan yang didapat hanya dengan membeli indulgensi cukup.

Posted on July 28, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: